Free Consultation

UMKM Tinggalkan Marketplace di 2026: Ikut Pindah atau Bertahan?

Sepanjang 2026 makin banyak kabar soal UMKM tinggalkan marketplace besar seperti TikTok Shop dan Shopee. Pemicunya bukan sekadar gengsi, tapi hitung-hitungan margin: potongan biaya yang terus naik menggerus keuntungan seller kecil.

Sebelum Anda ikut ambil keputusan besar, penting memahami apa yang sebenarnya terjadi, seberapa berat bebannya, dan strategi apa yang lebih masuk akal ketimbang kabur total dari marketplace.

Infografik kenaikan take rate penyebab UMKM tinggalkan marketplace 2026
Kenaikan biaya logistik dan komisi mendorong take rate marketplace menembus 20% pada 2026.

Fenomena yang Sedang Terjadi

Sejak awal Mei 2026, sejumlah brand lokal dan pelaku UMKM ramai memutuskan mengurangi ketergantungan pada marketplace. Sebagian menutup toko, sebagian lagi memindahkan penjualan ke kanal mandiri seperti media sosial dan website. Asosiasi UMKM bahkan sempat meminta insentif setelah TikTok Shop dan Shopee kompak menaikkan ongkos kirim.

Menariknya, pemerintah menilai perpindahan ini belum mengganggu pertumbuhan transaksi digital nasional secara signifikan. Namun keluhan seller cukup nyaring sehingga Kementerian Perdagangan dan Kementerian UMKM sama-sama bergerak menyusun aturan baru.

Kenapa Banyak UMKM Tinggalkan Marketplace?

Alasan utama kenapa banyak UMKM tinggalkan marketplace adalah beban biaya yang menumpuk. Peneliti Indef mencatat take rate yang dibebankan ke seller sudah sekitar 18% dari nilai penjualan, dengan minimal sembilan jenis potongan, bahkan sebelum kenaikan terbaru. Setelah kenaikan Mei 2026, angkanya disebut melampaui 20%.

Ketika konsentrasi pasar hanya menyisakan dua kekuatan besar, yakni Shopee serta Tokopedia–TikTok Shop, posisi tawar platform terhadap seller makin kuat. Shopee sendiri disebut menguasai sekitar 54% pasar e-commerce nasional, sehingga penjual kecil sulit menawar biaya. Saat biaya logistik naik, beban itu cenderung dialihkan ke penjual, bukan ke pembeli. Rincian pemicunya bisa Anda baca di laporan Bisnis.com soal migrasi UMKM.

Berapa Sebenarnya Potongan Biaya Marketplace?

Kenaikan biaya pada 2026 datang dari beberapa arah sekaligus. Ini gambaran perubahan yang paling terasa untuk seller:

Platform Perubahan biaya 2026
Tokopedia & TikTok Shop Biaya layanan logistik per pesanan sejak 1 Mei 2026
Shopee Gratis Ongkir XTRA: 8%–9,5%, maks Rp40.000–Rp60.000 per produk
TikTok Shop Cap komisi dinamis naik, batas atas melonjak sekitar 15 kali lipat sejak 18 Mei 2026

Bagi UMKM dengan margin tipis di tengah persaingan harga yang ketat, tambahan potongan beberapa persen saja bisa membuat jualan jadi tidak sepadan. Untuk meringankan, ada diskon biaya layanan untuk UMKM yang kini diwajibkan pemerintah bagi produk lokal terverifikasi.

Pemerintah Turun Tangan: Regulasi 2026

Merespons keluhan seller, pemerintah menerbitkan regulasi baru. Kementerian UMKM mengeluarkan aturan yang melarang platform menaikkan biaya secara sepihak, mewajibkan pemberitahuan sebelum perubahan biaya, dan mendorong keringanan biaya untuk pelaku usaha mikro produk lokal. Ringkasannya kami bahas di aturan perlindungan seller terbaru.

Kementerian Perdagangan juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan banyak kanal digital lewat strategi multichannel dan omnichannel, bukan hanya bergantung pada satu marketplace. Arahnya sama dengan yang selalu kami sarankan: sebar risiko, jangan taruh semua telur dalam satu keranjang.

Haruskah Anda Ikut Pindah? Strategi yang Lebih Cerdas

Berjualan di luar marketplace bukan tanpa risiko. Anda harus mengurus sistem pembayaran, logistik, dan pemasaran sendiri, plus tantangan membuat pembeli sengaja mencari toko Anda. Data Indef menunjukkan adopsi e-commerce UMKM baru sekitar 42% dari total pelaku usaha. Tantangan terbesarnya adalah persaingan yang sangat ketat (96,46%), kritik konsumen yang memengaruhi reputasi usaha (96,07%), serta keterbatasan keterampilan digital tenaga kerja (83,46%).

Karena itu, langkah paling aman adalah diversifikasi bertahap: tetap manfaatkan marketplace sebagai etalase dan sumber trafik, sambil membangun kanal mandiri. Anda bisa mulai jualan lewat WhatsApp Business, buka toko di Instagram, atau pertimbangkan pindah ke website sendiri saat skala sudah cukup. Kalau ingin fokus di satu marketplace dulu, pelajari panduan lengkap jualan di Tokopedia.

Artikel Terkait

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah seller wajib meninggalkan marketplace?
Tidak. Marketplace tetap sumber trafik besar. Yang disarankan adalah menyeimbangkan dengan kanal mandiri, bukan menutup toko begitu saja.

Berapa total potongan di marketplace sekarang?
Menurut Indef, take rate bisa menembus 20% setelah kenaikan biaya Mei 2026, tergantung kategori dan layanan yang dipakai.

Apa langkah pertama untuk diversifikasi?
Mulai dari kanal yang murah dan sudah Anda kuasai, seperti WhatsApp Business dan Instagram, sebelum membangun website sendiri.

Kesimpulan

Gelombang UMKM tinggalkan marketplace di 2026 adalah alarm soal margin, bukan sekadar tren sesaat. Beban biaya memang naik, tapi meninggalkan marketplace tanpa persiapan justru berisiko kehilangan trafik.

Strategi paling sehat adalah diversifikasi: pertahankan marketplace sambil membangun kanal mandiri langkah demi langkah. Untuk sumber terpercaya, cek juga strategi bertahan menghadapi kenaikan biaya marketplace dan aturan baru e-commerce yang berlaku 1 Juli 2026.