TRENDING
Shopee menutup 2025 dengan menguasai 54% pasar e-commerce Indonesia, naik dari 46% setahun sebelumnya. Gabungan TikTok Shop dan Tokopedia menyusul di 38%, sementara Lazada tinggal 6% dan Blibli 3%. Tiga nama pertama kini menggenggam hampir seluruh transaksi nasional.
Buat seller, peta pangsa pasar e-commerce 2026 bukan sekadar angka berita. Platform tempat Anda berjualan menentukan biaya, jangkauan, dan margin sepanjang tahun. Dari pengalaman kami mendampingi puluhan seller, toko yang salah menaruh fokus channel paling cepat kehabisan napas begitu biaya platform naik.
Pasar makin terkonsentrasi di tiga pemain besar. Total transaksi (GMV) e-commerce Indonesia 2025 menembus US$57,7 miliar atau sekitar Rp999,4 triliun, dan 98,8% pasar Asia Tenggara dikuasai Shopee, TikTok Shop, serta Lazada. Inilah pembagiannya berdasarkan estimasi pangsa pasar 2025:
| Platform | Pangsa Pasar 2025 | Estimasi GMV Indonesia |
|---|---|---|
| Shopee | 54% | US$31,2 miliar (Rp539,7 triliun) |
| TikTok Shop + Tokopedia | 38% | US$21,9 miliar (Rp380 triliun) |
| Lazada | 6% | US$3,5 miliar (Rp60 triliun) |
| Blibli | 3% | US$1,7 miliar (Rp30 triliun) |
Angka ini diperkuat laporan pemetaan pangsa pasar e-commerce dari Bisnis.com, yang mencatat Shopee dan TikTok menggerus pemain papan tengah seperti Bukalapak dan Blibli. Jarak antara juara dan pemain kecil makin lebar, bukan menyempit.
Mesin pertumbuhan TikTok Shop adalah video, bukan etalase. GMV TikTok Shop melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding 2024, dan setelah operasionalnya digabung dengan Tokopedia, pangsa kolektif keduanya naik dari total 34% (Tokopedia 23% plus TikTok 11% di 2024) menjadi 38%.
Sumber pertumbuhannya jelas: konten. Di TikTok, live streaming menyumbang sekitar 47% GMV dan short video 27%—artinya hampir tiga perempat penjualan datang dari video, bukan pencarian. Pola ini sejalan dengan pergeseran tren jualan online 2026 yang kami amati: pembeli menemukan produk lewat tontonan, lalu checkout di tempat.
Pertanyaan seller 2026 bukan lagi “marketplace mana yang paling murah biayanya”, tapi “di mana konten saya paling cepat ketemu pembeli”.
Konsolidasi ini menelan korban. Tokopedia yang dulu nomor satu kini jadi penyumbang terkecil di kelompok atas, hanya sekitar US$9 miliar secara mandiri sebelum dihitung gabung dengan TikTok. Lazada bertahan di 6% dan Blibli di 3%, keduanya kehilangan momentum di tengah perang konten dan subsidi.
Menurut analisis CNBC Indonesia soal raja e-commerce 2026, posisi Shopee sebagai pemuncak relatif aman, sementara perebutan sengit terjadi di posisi kedua. Buat seller, ini sinyal: jangan menaruh seluruh telur di channel yang sedang kehilangan trafik.
Pasar membesar bukan berarti tiap seller ikut untung. Pertumbuhan GMV Asia Tenggara memang naik 23% menembus US$157,6 miliar pada 2025, tapi pertumbuhan itu mengalir ke toko yang punya diferensiasi, bukan yang sekadar banting harga. Saat semua platform menaikkan biaya layanan sejak Mei 2026, margin tipis paling cepat habis.
Karena itu keputusan channel jadi soal hitung-hitungan, bukan ikut tren. Sebelum membuka toko di platform baru, kami selalu minta seller membandingkan struktur biaya admin marketplace dengan potensi trafik di sana. Channel dengan trafik kecil dan biaya tinggi cuma menambah beban operasional.
Shopee dan TikTok Shop bersama-sama mengontrol lebih dari 90% transaksi. Untuk seller dengan tim terbatas, fokus dua channel utama ini hampir selalu lebih cuan daripada menyebar tipis ke lima platform.
Yang kami lihat di lapangan, seller menengah paling efisien saat memilih satu channel jangkar plus satu channel pendukung. Berikut prioritas yang biasa kami pakai bersama seller dampingan:
Buat seller yang serius membangun merek, langkah lanjutannya adalah masuk ekosistem premium. Kami bahas tuntas di artikel cara dan syarat masuk TikTok Shop Mall 2026, jalur yang memberi badge dan akses kampanye besar. Kalau butuh bantuan menyusun bauran channel, tim layanan TikTok Shop Partner kami bisa bantu hitung dari data toko Anda.
Untuk pemula dengan modal terbatas, Shopee menawarkan trafik pencarian paling besar dan kurva belajar paling landai. Kalau produk Anda kuat divisualkan lewat video, jalankan paralel dengan TikTok Shop. Kami sarankan mulai dari satu channel dulu sampai operasional rapi.
Masih, terutama karena Tokopedia kini terintegrasi dengan TikTok Shop sehingga satu pengelolaan bisa menjangkau dua etalase. Tapi jangan menjadikannya satu-satunya channel, karena trafik mandirinya terus menurun.
Dua channel sudah cukup untuk mayoritas toko kecil: satu jangkar bervolume tinggi dan satu mesin konten. Menambah channel tanpa menambah tim biasanya menurunkan kualitas layanan dan menaikkan rasio retur.
Peta pangsa pasar e-commerce 2026 menegaskan pasar yang mengeras di tangan Shopee dan TikTok Shop, dengan Tokopedia, Lazada, dan Blibli berebut sisa. Buat seller, kemenangan tahun ini ditentukan oleh fokus channel yang tepat dan brand yang kuat—bukan jumlah toko yang dibuka.
Bingung harus fokus di channel mana untuk produk Anda?
Baca juga: peluang ekspor TikTok Shop ke pasar global 2026 sebagai alternatif pertumbuhan.
Data terbaru memperkuat tren ini: simak data pengguna e-commerce 2026 dari APJII yang menunjukkan pembeli mulai bergeser ke TikTok Shop.