TRENDING
Per 15 Juni 2026, TikTok Shop resmi membuka empat pasar Eropa baru: Austria, Belgia, Belanda, dan Polandia. Total sekarang ada 10 negara Eropa yang bisa diakses penjual, dan ini membuka pintu ekspor TikTok Shop yang dulu cuma jadi mimpi buat UMKM Indonesia.
Yang menarik bukan cuma jumlah negaranya. TikTok juga meluncurkan fitur “Sell Across Europe” yang bikin satu pendaftaran seller bisa menjangkau banyak pasar sekaligus. Buat brand lokal yang selama ini terjebak perang harga di dalam negeri, ini momentum yang patut dilirik serius.
Pasar luar negeri menawarkan margin yang jauh lebih sehat daripada pasar domestik yang sudah jenuh. Sejak peluncuran awal di Eropa, lebih dari 100.000 bisnis sudah bergabung, dan TikTok melaporkan pertumbuhan GMV harian triple-digit antara Agustus 2025 sampai Februari 2026 di pasar-pasar awalnya.
Dari pengalaman kami mendampingi seller yang mulai melirik ekspor, alasannya selalu sama: di Indonesia margin tergerus komisi yang naik tiga kali sepanjang 2026 plus biaya retur yang kini ikut ditanggung penjual. Sementara buyer internasional rela bayar premium untuk produk dengan cerita dan keunikan. Tren ini sejalan dengan pergeseran era diskon ke brand yang kami bahas sebelumnya.
Menurut pengumuman resmi TikTok, ekspansi Eropa ini adalah fase berikutnya dari creator-led commerce — model jualan lewat konten yang justru jadi kekuatan utama seller Indonesia.
TikTok Shop kini hadir di 10 negara Eropa dengan fitur satu pendaftaran untuk banyak pasar. Margin ekspor jauh lebih sehat daripada perang harga domestik.

Cross-border memungkinkan Anda menjual ke pembeli di negara lain tanpa harus punya badan usaha atau gudang di sana. TikTok menangani sebagian besar kerumitan logistik dan pembayaran lintas negara.
Skema umumnya begini: produk Anda tetap dikirim dari Indonesia, lalu masuk ke jalur pengiriman internasional yang difasilitasi platform. Pembayaran pembeli dikonversi otomatis ke mata uang asal, dan dana masuk ke akun Anda setelah dipotong biaya layanan. Fitur “Sell Across Europe” memangkas proses yang dulu mengharuskan daftar terpisah per negara jadi satu kerangka pendaftaran.
Buyer internasional mencari produk yang tidak mereka temukan di pasar mereka. Kategori dengan keunikan Indonesia punya daya tarik premium yang tinggi.
Yang sering kami lihat laku di pasar global: kopi single-origin Nusantara, kain tenun dan batik handwoven, rempah organik, produk berbahan kelapa yang sustainable, serta kerajinan tangan. Ciri umumnya satu — punya cerita dan tidak bisa diproduksi massal di negara tujuan. Kalau produk Anda generik dan bisa ditemukan di mana saja, ekspor justru jadi pertarungan harga yang melelahkan. Prinsip ini mirip dengan cara menemukan winning product di pasar lokal: cari yang punya diferensiasi jelas.
Mulai dari fondasi legalitas, bukan dari upload produk. Ini urutan yang kami sarankan ke seller dampingan kami.
Untuk panduan teknis sertifikasi dan logistik ekspor lebih dalam, strategi ekspor lewat TikTok Shop dari ExportHub bisa jadi referensi tambahan.
Mulai dari legalitas dan 1-3 produk hero yang punya keunikan, bukan upload seluruh katalog. Uji satu pasar dulu sebelum scale.
Kegagalan ekspor jarang soal produk — lebih sering soal eksekusi yang asal. Tiga kesalahan paling fatal yang kami temukan:
Sebelum nekat ekspansi luar negeri, banyak seller justru lebih dulu mempertimbangkan pindah ke website sendiri untuk mengamankan margin. Keduanya valid — tergantung kesiapan brand Anda.
Bisa, selama punya legalitas usaha (NIB) dan produk yang memenuhi standar pasar tujuan. Tidak perlu gudang di luar negeri karena pengiriman difasilitasi platform.
Per Juni 2026 ada 10 pasar Eropa: Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Irlandia, plus Austria, Belgia, Belanda, dan Polandia yang baru dibuka 15 Juni 2026.
Tidak ada angka pasti, tapi kami sarankan mulai dengan stok terbatas untuk 1-3 produk hero. Biaya terbesar biasanya ongkir internasional dan adaptasi konten, bukan stok.
Sulit. Buyer internasional mencari keunikan. Produk yang punya cerita lokal Indonesia (kopi, tenun, rempah) jauh lebih kompetitif daripada produk yang bisa ditemukan di mana saja.
Ekspor TikTok Shop bukan lagi wacana — 10 pasar Eropa kini terbuka dengan satu pendaftaran. Tapi go global bukan soal upload katalog ke luar negeri, melainkan memilih produk yang punya keunikan dan mengadaptasi eksekusi ke pasar tujuan. Sambil membangun pasar baru, jangan lupakan basis pelanggan lama Anda: strategi repeat buyer tetap fondasi pertumbuhan yang sehat.
Kalau Anda mau memetakan apakah produk Anda layak ekspor dan dari mana mulainya, layanan pendampingan seller kami siap bantu. Pelajari juga program brand lokal tembus pasar ASEAN sebagai langkah awal sebelum menembus Eropa.
Mau tahu apakah produk Anda siap go global?