Pengiriman adalah salah satu faktor penentu kepuasan pembeli di TikTok Shop. Paket yang sampai tepat waktu dan sesuai ekspektasi bisa menghasilkan review positif, repeat order, dan rating toko yang tinggi. Sebaliknya, pengiriman yang lambat atau bermasalah langsung berdampak ke performa toko kamu.
Artikel ini membahas panduan lengkap pengiriman di TikTok Shop — mulai dari opsi pengiriman yang tersedia, jasa kurir yang bisa dipilih, batas waktu kirim (SLA), biaya logistik terbaru, sampai tips agar pengiriman selalu lancar.

TikTok Shop menyediakan dua model pengiriman utama bagi seller:
1. Dikirim oleh Seller — Kamu yang mengatur pengiriman sendiri. Setelah pesanan masuk, kamu mengemas paket, memilih kurir, lalu menjadwalkan pickup atau mengantar ke drop-off point. Model ini cocok untuk seller yang ingin kontrol penuh atas proses pengemasan dan pengiriman.
2. Dikirim melalui Platform — TikTok Shop yang mengatur seluruh proses pengiriman, termasuk pickup, pengemasan label, dan pengantaran ke pembeli. Kamu cukup siapkan paket dan platform yang menjadwalkan kurir untuk menjemput. Model ini lebih praktis dan menghemat waktu.
Perlu diingat, opsi Bayar di Tempat (COD) hanya tersedia untuk model ini; kalau TikTok Shop tidak bisa COD, metode pengiriman adalah hal pertama yang perlu dicek.
Sebagian besar seller pemula disarankan menggunakan opsi “Dikirim melalui Platform” karena lebih simpel. Tapi kalau kamu punya volume pesanan besar atau butuh packaging khusus, “Dikirim oleh Seller” memberikan fleksibilitas lebih.
Pemula: mulai dari Dikirim melalui Platform. Volume besar atau packaging khusus: pertimbangkan Dikirim oleh Seller.
TikTok Shop bekerja sama dengan beberapa mitra logistik untuk pengiriman di Indonesia. Berikut daftar kurir yang umum tersedia:
| Jasa Kurir | Layanan | Estimasi Kirim |
|---|---|---|
| J&T Express | Reguler, Ekonomi | 2–4 hari |
| JNE | Reguler, YES (1 hari) | 1–4 hari |
| SiCepat | Reguler, BEST | 2–4 hari |
| AnterAja | Reguler, Same Day | 1–3 hari |
| Ninja Xpress | Reguler | 2–4 hari |
| TIKI | Reguler, ONS (1 hari) | 1–4 hari |

Ketersediaan kurir bisa berbeda tergantung lokasi gudang dan wilayah tujuan pengiriman. Kamu bisa mengatur kurir mana yang aktif melalui Shipping Template di Seller Center.
SLA (Service Level Agreement) adalah batas waktu maksimal kamu harus memproses dan mengirim pesanan setelah order masuk. Kalau melebihi batas ini, pesanan dianggap terlambat dan mempengaruhi metrik toko kamu.
Berikut ketentuan SLA berdasarkan jenis layanan:
| Jenis Layanan | Batas Waktu Kirim | Catatan |
|---|---|---|
| Reguler | 2 hari kerja | Senin–Jumat, tidak termasuk libur nasional |
| Same Day | Hari yang sama | Pesanan sebelum cut-off time |
| Instant | 1–2 jam (RTS) | Update SLA per 25 Mei 2026 |
“Hari kerja” di TikTok Shop dihitung Senin sampai Jumat. Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional tidak termasuk dalam perhitungan SLA. Jadi kalau pesanan masuk hari Jumat sore, batas kirim kamu adalah Selasa berikutnya.

Late Dispatch Rate (LDR) atau Tingkat Keterlambatan Pengiriman adalah persentase pesanan yang melewati batas SLA dalam periode 7 hari kalender. Ini salah satu metrik paling penting yang dipantau TikTok Shop.
Kalau LDR kamu tinggi, konsekuensinya cukup serius. Lebih dari 10% pesanan terlambat bisa memicu tindakan enforcement dari platform, mulai dari peringatan, pembatasan fitur, hingga penangguhan toko sementara. Dalam kasus ekstrem — misalnya 90% pembatalan karena tidak kirim selama 30 hari — toko bisa di-deaktivasi permanen.
Di atas 10% pesanan terlambat dalam 7 hari kalender, toko berisiko kena peringatan, pembatasan fitur, sampai penangguhan sementara.
Cara menjaga LDR tetap rendah: proses pesanan sesegera mungkin setelah masuk, atur jam operasional gudang dengan realistis di Seller Center, dan pastikan stok yang ditampilkan benar-benar tersedia. Kalau pengiriman sudah terlanjur lama, cek dulu macetnya di tahap mana lewat 8 penyebab pengiriman TikTok Shop lama dan cara mempercepatnya.
LDR toko kamu mulai naik atau bingung memilih model pengiriman? Ceritakan volume pesanan dan alur gudang kamu, tim kami bantu cek titik macetnya, gratis tanpa komitmen.
Lanjut baca: Biaya Layanan Logistik Baru (Mei 2026) ↓
Mulai 1 Mei 2026, TikTok Shop menerapkan Biaya Layanan Logistik baru yang dibebankan ke seller untuk setiap pesanan. Biaya ini mencakup pemrosesan pesanan, koordinasi logistik, dan pengiriman akhir ke pembeli.
Besaran biaya dihitung berdasarkan berat paket dan rute pengiriman. Sebagai gambaran, pengiriman Jawa ke Jawa dikenakan biaya mulai dari Rp260 hingga Rp3.000 per pesanan, dengan batas maksimum Rp5.055 sebelum pajak. Pengiriman lintas pulau — misalnya Jawa ke Sumatera — rata-rata sekitar Rp1.750 per transaksi untuk layanan ekonomi.
Biaya ini sepenuhnya ditanggung seller dan tidak ditampilkan ke pembeli saat checkout. Kamu bisa memantau rincian biaya ini di menu Keuangan pada Seller Center, tepatnya di kolom rincian jumlah penyelesaian pembayaran.
Ganti angkanya dengan produk kamu sendiri, lalu bandingkan sisa margin dengan Biaya Layanan Logistik per pesanan.
Ilustrasi sederhana, belum termasuk packing/iklan/retur/biaya logistik.
Biaya Layanan Logistik tidak terlihat oleh pembeli, tapi memotong pencairan kamu di setiap pesanan. Masukkan ke hitungan harga jual.
Untuk mengatur pengiriman, masuk ke Seller Center lalu buka menu Shipping Template. Di sana kamu bisa mengaktifkan atau menonaktifkan kurir tertentu, mengatur alamat gudang/pickup, menetapkan jam operasional, dan memilih layanan pengiriman yang tersedia (reguler, same day, instant). Pengaturan yang tidak cocok dengan berat produk adalah salah satu penyebab pembeli gagal checkout; cek 5 penyebab TikTok Shop tidak bisa checkout dari sisi toko.
Beberapa tips penting saat setting pengiriman:
Tujuannya memberikan opsi ke pembeli.
Alamat yang tepat membuat pickup berjalan lancar.
Sesuaikan dengan kapasitas tim kamu.
Terutama menjelang momen campaign besar.
Kalau label gratis ongkir belum muncul di toko kamu meski kurir sudah aktif, baca 6 penyebab gratis ongkir TikTok Shop tidak ada dan cara mengaktifkannya.
Siapkan packaging sebelum pesanan masuk. Kalau kamu sudah tahu produk mana yang laris, siapkan packaging-nya lebih dulu. Ini menghemat waktu proses signifikan.
Gunakan fitur batch processing. Kalau volume pesanan sudah mulai banyak, proses beberapa pesanan sekaligus daripada satu per satu. Di Seller Center, kamu bisa print label pengiriman secara batch.
Monitor stok secara real-time. Jangan sampai menerima pesanan untuk produk yang sudah habis. Ini penyebab utama pembatalan dan LDR tinggi.
Pertimbangkan fulfillment service. Kalau pesanan sudah di atas 50 per hari, pertimbangkan menggunakan jasa fulfillment pihak ketiga yang terintegrasi dengan TikTok Shop. Mereka akan handle packing dan pengiriman.
Komunikasi proaktif dengan pembeli. Kalau ada keterlambatan yang tidak bisa dihindari (misalnya stok dari supplier telat), hubungi pembeli lebih dulu melalui chat. Pembeli yang diberi informasi cenderung lebih sabar dan jarang komplain.
Itu titik untuk mulai mempertimbangkan jasa fulfillment pihak ketiga yang terintegrasi dengan TikTok Shop, supaya packing dan pengiriman tidak menahan SLA.
Baca juga: Kenapa Rating Toko Turun?, Cara Menghitung Profit Bersih, 7 Kesalahan Fatal Seller Pemula, Konsultasi Gratis
Klik tiap poin yang sudah kamu pastikan.
Pengiriman TikTok Shop yang lancar bertumpu pada tiga hal: model pengiriman yang cocok dengan skala toko, pesanan reguler yang diproses sebelum batas 2 hari kerja, dan LDR yang dijaga di bawah 10%. Masukkan juga Biaya Layanan Logistik ke hitungan harga jual, karena biaya ini ditanggung seller di setiap pesanan. Mulai dari merapikan Shipping Template, lalu pantau LDR secara rutin.
Tim Super Seller bantu cek setting Shipping Template, alur proses pesanan, dan LDR, dengan strategi yang sesuai skala bisnis kamu.
Chat WhatsApp SekarangGratis, tanpa komitmen. Atau lihat halaman konsultasi.