TRENDING
Mulai Juli 2026, TikTok Shop resmi menegakkan cara hitung baru untuk Late Dispatch Rate TikTok Shop — dan banyak seller belum sadar skornya bisa naik diam-diam. Rumusnya sudah diganti sejak 15 Juni 2026; bulan ini sanksinya mulai jalan.
Perubahan intinya satu: order yang belum Anda kirim melewati batas waktu (SLA) kini ikut dihitung sebagai keterlambatan, bukan cuma order yang telat discan kurir. Buat toko dengan banyak order “nyangkut” di gudang, angka LDR bisa melonjak tanpa satu paket pun benar-benar dibatalkan. Pengetatan ini melengkapi rentetan aturan baru e-commerce yang berlaku sejak 1 Juli 2026, seperti dirangkum Bisnis.com. Artikel ini membedah rumus barunya, ambang batas yang wajib dijaga, kenapa cetak resi tak lagi cukup, dan langkah konkret menekan skornya.
Definisi “terlambat” sekarang mencakup order yang belum dikirim sama sekali melewati SLA. Sebelumnya LDR fokus pada order yang di-dispatch lewat tenggat. Sekarang order yang masih menunggu kirim melewati deadline pun ikut dihitung — dan ini yang bikin banyak skor naik mendadak.
TikTok Shop memperbarui pengukuran ini pada 15 Juni 2026 untuk meningkatkan transparansi fulfillment. Supaya transisinya mulus, penindakan berdasarkan hitungan baru baru diaktifkan Juli 2026 — persis bulan ini. Detail resminya tercantum di dokumentasi Tingkat Keterlambatan Pengiriman di Seller Center.
Dari pengalaman kami mendampingi 100+ seller TikTok Shop, perubahan teknis seperti ini paling sering menjebak toko yang merasa “pengiriman saya aman”. Mereka baru sadar setelah skor merah dan order dibatasi.
Rumusnya kini menjumlahkan dua jenis order bermasalah, lalu dibagi total order yang jatuh tempo di periode itu. Formalnya: (order dikirim telat lewat SLA + order belum dikirim lewat SLA) ÷ (total order yang jatuh tempo dalam periode).
Angka amannya jelas. Jaga LDR di bawah atau sama dengan 4%. Kalau tembus di atas 10%, penindakan mulai berlaku. Untuk layanan Instant dan Sameday, ambangnya lebih ketat di bawah 5%.
| Metrik | Ambang Aman | Batas Penindakan |
|---|---|---|
| LDR Standar | ≤ 4% | > 10% |
| Instant LDR | < 5% | Pembatasan layanan |
| Sameday LDR | < 5% | Pembatasan layanan |
Selisih antara “resi sudah dicetak” dan “paket sudah discan kurir” sekarang menentukan status toko Anda: sehat, atau order dibatasi.
Mencetak label bukan lagi bukti pengiriman. Anda harus mengubah status order jadi “In Transit” dalam dua hari kerja sejak order masuk, dan itu wajib didukung scan kurir yang aktif — bukan sekadar label tercetak di sistem.
Praktik lama masih jamak: resi dicetak pagi biar status berubah, tapi paket baru diserahkan ke kurir dua sampai tiga hari kemudian. Di rumus baru, jeda itu terbaca sebagai keterlambatan. Yang paling sering kami temukan di toko dampingan kami persis pola ini — resi menumpuk, scan kurir telat.
Artinya alur gudang Anda harus menjamin paket benar-benar berpindah tangan ke kurir, bukan sekadar tercatat. Handover fisik plus scan aktif sama dengan aman.
Konsekuensinya bertingkat dan menyerang langsung operasional toko. Berdasarkan Seller Enforcement Policy, pelanggaran LDR bisa memicu potongan poin Account Health Rating (AHR), pembatasan volume order, sampai perpanjangan periode pencairan dana. Makin sering langgar, makin berat sanksinya.
Efek dominonya nyata: skor AHR turun menyeret visibilitas produk, order dibatasi memangkas omzet, dan dana tertahan lebih lama mengganggu cashflow. Satu metrik telat, tiga lini kena. LDR juga bukan satu-satunya metrik pengiriman yang diperketat tahun ini — cek juga metrik Response Rate 12 jam yang sanksinya sudah jalan sejak awal Juli.
LDR di atas 10% bisa menyeret potongan AHR, pembatasan order, dan pencairan dana yang molor sekaligus. Jaga di bawah 4% dan pastikan tiap order discan kurir dalam dua hari kerja.
Kuncinya memindahkan bottleneck dari “cetak resi” ke “handover kurir”. Ini yang kami terapkan di gudang seller dampingan kami sepanjang Juni 2026 saat rumus baru mulai diuji.
Buat toko volume tinggi, menugaskan satu orang khusus mengawal handover kurir jauh lebih murah ketimbang kehilangan visibilitas karena LDR merah. Kalau tim Anda kewalahan mengatur ini, layanan TikTok Shop Partner kami bisa mengambil alih operasional fulfillment sampai skornya stabil.
Tidak cukup. Sejak rumus baru, order dianggap terkirim setelah ada scan kurir aktif yang mengubah status jadi “In Transit”, idealnya dalam dua hari kerja. Label tercetak tanpa scan tetap terbaca sebagai keterlambatan.
Jaga LDR standar di bawah atau sama dengan 4%. Di atas 10%, penindakan seperti potongan AHR dan pembatasan order mulai berlaku. Untuk layanan Instant dan Sameday, batasnya lebih ketat di 5%.
Pengukuran diperbarui sejak 15 Juni 2026, tapi penindakan berdasarkan hitungan baru aktif Juli 2026. Jadi skor yang Anda lihat sekarang sudah memakai rumus baru.
Aturan hitung baru ini menghukum order yang menggantung di gudang, bukan cuma yang telat discan — dan penindakannya sudah jalan bulan ini. Seller yang menutup celah antara “cetak resi” dan “scan kurir” akan lolos; yang menunda handover akan lihat skor merah dan order dibatasi.
Audit alur fulfillment Anda minggu ini: berapa lama rata-rata jeda dari order masuk ke scan kurir pertama? Kalau lebih dari dua hari kerja, itu prioritas nomor satu Anda. Butuh tangan tambahan? Jadwalkan konsultasi gratis dengan tim kami untuk membedah metrik toko Anda.
Skor LDR toko Anda sudah mepet batas aman?