Free Consultation

Program #LokalMendunia: Peluang Baru untuk Brand Indonesia

Pernah membayangkan produk kamu dijual di Thailand, Vietnam, atau Filipina? Dulu, ekspor terasa seperti urusan perusahaan besar dengan budget miliaran. Tapi di tahun 2026, TikTok Shop by Tokopedia membuka jalan baru lewat Program #LokalMendunia — sebuah inisiatif yang membantu brand lokal Indonesia menembus pasar Asia Tenggara secara lebih terstruktur dan terjangkau.

Program yang diluncurkan sejak Desember 2025 ini sudah menjaring 50 brand lokal, dan 35 di antaranya dinyatakan siap untuk ekspansi ke pasar regional. Yang menarik, beberapa brand peserta mencatat lonjakan penjualan melalui LIVE streaming hingga 50 kali lipat. Angka yang fantastis untuk skala UMKM.

Apa Itu Discovery Commerce dan Kenapa Penting?

Kunci sukses program ini terletak pada pendekatan discovery commerce. Berbeda dengan model e-commerce tradisional di mana pembeli harus mencari produk secara aktif, discovery commerce membalik prosesnya — produk kamu yang “menemukan” calon pembeli melalui konten yang relevan.

Mekanismenya sederhana tapi powerful: brand membuat konten menarik (video pendek, LIVE streaming, kolaborasi dengan kreator lokal), lalu algoritma TikTok mendistribusikan konten tersebut ke audiens yang paling mungkin tertarik. Ini berarti produk skincare asal Bandung bisa muncul di feed pengguna TikTok di Bangkok tanpa perlu membayar iklan mahal di negara tersebut.

Dengan update kebijakan biaya TikTok Shop terbaru, memahami model discovery commerce ini menjadi semakin krusial untuk memaksimalkan return dari setiap rupiah yang kamu keluarkan.

Empat Tahap Menuju Ekspor: Dari Seleksi Sampai Ekspansi

Program #LokalMendunia dirancang dengan struktur yang jelas agar brand tidak asal terjun ke pasar internasional tanpa persiapan. Ada empat tahapan yang harus dilalui setiap peserta.

Tahap pertama adalah seleksi. TikTok Shop menyeleksi brand berdasarkan kualitas produk, kesiapan operasional, dan potensi pasar. Tidak semua brand langsung diterima — dari 50 pendaftar, hanya 35 yang dinilai siap untuk tahap selanjutnya.

Tahap kedua adalah inkubasi. Brand yang lolos seleksi mendapat pendampingan intensif, termasuk pelatihan tentang regulasi ekspor, standar produk di negara tujuan, dan strategi konten untuk audiens internasional.

Tahap ketiga adalah go-to-market. Brand mulai meluncurkan produk di pasar Asia Tenggara dengan dukungan promosi dari TikTok Shop, termasuk placement di kampanye regional dan kolaborasi dengan kreator lokal di negara tujuan.

Tahap keempat adalah ekspansi. Brand yang berhasil di pasar pertama didorong untuk memperluas ke negara-negara lain di ASEAN, dengan strategi yang sudah teruji.

Dukungan Pemerintah: Kemendag Turun Tangan

Yang membuat program ini lebih kredibel adalah keterlibatan langsung Kementerian Perdagangan. Melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kemendag membuka klinik konsultasi dan pendampingan desain lewat Indonesia Design Development Center (IDDC).

Ini artinya brand lokal tidak hanya mendapat dukungan dari platform, tapi juga dari pemerintah — mulai dari urusan legalitas ekspor, sertifikasi produk, hingga pengembangan desain kemasan yang sesuai dengan selera pasar regional. Kolaborasi publik-swasta seperti ini jarang terjadi di ekosistem e-commerce Indonesia, dan ini sinyal positif bahwa peluang ekspor digital semakin terbuka lebar.

Di sisi lain, seller yang fokus di pasar domestik juga perlu memperhatikan aturan baru e-commerce yang sedang disiapkan Kemendag, karena regulasi ini akan berdampak langsung pada struktur biaya operasional.

Siapa yang Cocok Ikut Program Ini?

Kamu mungkin bertanya: apakah program ini hanya untuk brand besar? Jawabannya tidak. Program #LokalMendunia justru dirancang untuk mendorong UMKM dan brand lokal skala menengah yang punya produk bagus tapi belum punya infrastruktur ekspor sendiri.

Kategori yang paling berpotensi sukses di pasar Asia Tenggara antara lain produk kecantikan dan skincare (pasar beauty Indonesia sudah dikenal di regional), fashion dan aksesori dengan identitas lokal kuat, makanan dan minuman kemasan (snack, kopi, sambal), serta produk handicraft dan home decor dengan sentuhan budaya Indonesia.

Yang penting, produk kamu harus punya diferensiasi yang jelas dan kualitas yang bisa bersaing. Harga murah saja tidak cukup — konsumen Asia Tenggara di 2026 sudah masuk fase “confident commerce” di mana mereka mencari nilai lebih dari sekadar diskon.

Langkah Konkret untuk Seller yang Ingin Mencoba

Meskipun kamu belum bisa langsung ikut program #LokalMendunia, ada beberapa langkah yang bisa kamu mulai sekarang untuk mempersiapkan brand kamu menuju pasar internasional.

Pertama, pastikan akun TikTok Shop kamu sehat. Dengan sistem Account Health Rating (AHR) yang baru, seller dengan performa baik akan mendapat prioritas dalam program-program unggulan TikTok Shop.

Kedua, mulai buat konten dalam bahasa Inggris atau bilingual. Ini akan membantu produk kamu ditemukan oleh audiens di luar Indonesia melalui algoritma discovery commerce.

Ketiga, pelajari regulasi produk di negara target. Setiap negara ASEAN punya standar berbeda untuk labeling, sertifikasi, dan bahan yang diizinkan — terutama untuk produk kecantikan dan makanan.

Keempat, bangun kolaborasi dengan kreator di negara tujuan. TikTok Shop affiliate program memungkinkan kamu bekerja sama dengan kreator lokal yang memahami selera dan bahasa audiens di negara mereka.

Kalau kamu mengalami kendala dengan akun saat proses persiapan, panduan tentang cara banding akun TikTok Shop bisa membantu kamu mengatasi masalah pelanggaran yang mungkin muncul.

Peluang Ekspor Digital Baru Saja Dimulai

Program #LokalMendunia menandai babak baru dalam ekosistem e-commerce Indonesia. Dulu, ekspor identik dengan kontainer dan proses birokrasi yang rumit. Sekarang, seorang seller UMKM di Yogyakarta bisa menjual produknya ke konsumen di Malaysia lewat satu sesi live streaming.

Pasar e-commerce Indonesia sendiri diproyeksikan tumbuh dari USD 90 miliar di 2025 menjadi lebih dari USD 200 miliar pada 2031. Dan dengan dukungan platform serta pemerintah, potensi brand lokal untuk go international semakin besar.

Yang perlu kamu ingat: peluang ini tidak akan menunggu. Sementara kamu masih ragu, brand lain sudah mulai menyiapkan konten berbahasa Inggris dan mempelajari regulasi ekspor. Saatnya kamu juga mulai berpikir lebih besar — karena pasar kamu bukan cuma Indonesia, tapi seluruh Asia Tenggara. Dan sambil mempersiapkan ekspansi, pastikan kamu juga menguasai strategi live selling yang efektif — karena LIVE streaming adalah mesin utama discovery commerce.

Referensi: liputan resmi program #LokalMendunia dapat dibaca di Direktorat Jenderal PEN Kemendag dan Kontan.