Siaran sudah rutin tiga jam sehari, host sudah bagus, tetapi penonton mentok di puluhan orang dan GMV per sesi tidak bergerak. Di titik ini kebanyakan seller mulai melirik iklan. LIVE GMV Max adalah jawaban resmi TikTok untuk kondisi itu: satu kampanye yang mendatangkan penonton berniat beli ke siaran Anda.
Panduan ini merangkum cara pakainya dari Help Center TikTok Ads edisi September 2026: syarat, setup, rumus anggaran, dan aturan Perlindungan ROI. Kami tambahkan kalkulator supaya Anda tahu target ROI mana yang masih menyisakan untung.
Pakai kampanye ini kalau Anda sudah siaran rutin dan ingin GMV per sesi naik. TikTok mendefinisikannya sebagai kampanye Shop Ads otomatis yang mengoptimalkan traffic liveroom untuk pendapatan kotor tertinggi selama livestream.
Sistem memakai dua jenis materi sekaligus. Video-to-Live memakai video dari akun TikTok Anda untuk menarik orang masuk siaran. Live-to-Live memakai siaran yang sedang berlangsung sebagai materi iklan. Pembagian keduanya dan penempatan iklannya dikelola sistem.
Satu patokan dari TikTok: profil yang dipilih sebaiknya punya GMV livestream sekitar USD 1.000 dalam 7 hari terakhir, setara belasan juta rupiah. Belum sampai sana? Benahi dulu penyebab LIVE sepi penonton sebelum membakar anggaran.

Setup-nya selesai dalam beberapa menit asal tiga prasyarat beres. Akun Anda punya izin Admin atau Tab Iklan di Seller Center. Akun TikTok yang dipakai siaran terhubung dengan toko dan punya izin iklan. Kampanye LIVE Shopping Ads atau GMV Max lain yang memakai akun TikTok yang sama sudah dinonaktifkan.
Masuk Seller Center, klik Shop Ads di menu kiri, lalu Create GMV Max ads. Kampanye dibuat di akun iklan utama toko.
Tentukan akun TikTok yang siarannya ingin diiklankan. Pilih akun dengan riwayat GMV siaran paling kuat.
Di bagian Tujuan pengoptimalan, pilih Pendapatan kotor supaya sistem mengejar penjualan.
Di Strategi Bid, masukkan target ROI. Pemula boleh memakai rekomendasi sistem, lalu koreksi setelah punya data sendiri.
Pakai rekomendasi sistem atau 2–3x riwayat belanja iklan LIVE Anda. Anggaran bisa diubah kapan saja setelah tayang.
Samakan jadwal dengan jam siaran. Iklan berhenti sendiri saat liveroom offline dan lanjut otomatis saat Anda siaran lagi.

Begitu ada satu kampanye aktif, LIVE Shopping Ads di akun TikTok resmi toko langsung dijeda. Setelah kampanye berakhir, iklan lama tidak menyala sendiri; aktifkan manual di TikTok Ads Manager.
Tentukan target ROI dari margin, baru anggaran mengikuti. Rumus yang jarang disadari seller: ROI kampanye ini dihitung dari total GMV liveroom dibagi total pengeluaran iklan. Jadi biaya iklan dalam persen = 100 ÷ target ROI, dihitung atas seluruh GMV siaran termasuk order dari penonton organik.
| Target ROI | Biaya iklan maksimal dari GMV siaran | Catatan |
|---|---|---|
| 5 | 20% | Butuh margin kotor tebal |
| 8 | 12,5% | Margin kotor sedang |
| 10 | 10% | Contoh di kalkulator |
| 15 | 6,7% | Untuk margin tipis |
Masukkan angka produk Anda di bawah. Kolom terakhir berisi potongan platform ditambah biaya iklan; contoh 22% memakai asumsi potongan 12% plus iklan 10%. Tarif toko Anda bisa dicek di panduan biaya admin TikTok Shop.
Ganti angkanya dengan produk Anda sendiri.
Ilustrasi sederhana, belum termasuk packing, gaji host, dan retur.
Untuk anggaran, TikTok menyarankan mengikuti rekomendasi sistem atau 2–3x riwayat belanja iklan LIVE. Ilustrasi: toko yang biasa belanja Rp150.000 per hari memasang Rp300.000–Rp450.000. Anggaran tidak terpakai penuh kalau target ROI tidak tercapai, jadi fungsinya plafon.

Target ROI yang benar adalah yang masih menyisakan margin di kalkulator, lalu diturunkan sedikit demi sedikit kalau belanja terlalu lambat.
Mau target ROI dan anggaran toko Anda dihitung bareng tim kami? Gratis, tanpa komitmen.
Lanjut baca: Siapkan Siaran dan Stok Video ↓
Iklan hanya mengirim penonton; yang menutup penjualan tetap siaran Anda. TikTok menyebut sesi 3 jam atau lebih menghasilkan pertumbuhan GMV per sesi yang lebih cepat, dan siaran di atas 8 jam per hari memberi kenaikan yang lebih signifikan. Jaga jam dan durasinya tetap konsisten.
Bahan bakar kedua adalah video. Rekomendasi resminya 50–70 video untuk eksplorasi atau 5–10 video baru per hari, dengan maksimal 10 video ditandai Preferred untuk tiap sesi. Fitur unggah video langsung ke kampanye menerima hingga 50 video sekali unggah, maksimal 100 MB per video, dan tiap video melewati prapeninjauan sekitar 4 menit. Fitur ini belum tersedia di semua akun.
Pola yang berulang kami lihat: seller menyalakan iklan dengan lima video lama, lalu menyimpulkan iklannya mahal. Setelah stok video teaser ditambah dan jam siaran dikunci di slot yang sama tiap hari, kampanye yang sama baru punya ruang belanja. Ini ilustrasi pola, tanpa klaim hasil toko tertentu.
Pengalaman tim Super Seller mendampingi seller TikTok Shop, data disamarkan.
Struktur shift host dan target GMV per jam ada di panduan scale LIVE TikTok Shop ke 8 jam per hari.
Perlindungan ROI mengembalikan sebagian biaya dalam bentuk kredit iklan kalau hasil meleset jauh, asal Anda tidak melanggar syaratnya. Dua kriteria dasarnya: ROI kampanye di bawah 90% dari target harian, dan kampanye punya lebih dari 20 pesanan per hari. Sejak 25 Februari 2026 fitur ini berlaku di Seller Center desktop, aplikasi, dan Ads Manager.
Rumusnya: kredit iklan = total biaya − total pendapatan kotor ÷ (target ROI harian × 0,9). Ilustrasi: target ROI 10, GMV siaran Rp5.000.000, biaya iklan Rp700.000. Kredit = Rp700.000 − Rp5.000.000 ÷ 9 = sekitar Rp144.000.
Mengubah target ROI manual lebih dari 2 kali dalam sehari, menjeda atau menghapus kampanye, memakai mode penayangan maksimum, dan mengedit produk kampanye. Tiga di antaranya berlaku untuk hari saat perubahan dilakukan. Anggaran peningkatan jumlah penonton live juga tidak ikut dilindungi.
Mode penayangan maksimum (Max delivery) menghabiskan seluruh anggaran untuk mengejar GMV tanpa batas ROI. TikTok menyarankannya untuk dorongan singkat seperti mega sale, atau untuk pengiklan baru selama 5–7 hari dengan anggaran harian tetap sebelum pindah ke target ROI. Kami menyarankan memakainya hanya dengan anggaran yang siap habis, misalnya di puncak persiapan 11.11 TikTok Shop.
Evaluasi sehari setelah tayang, dan ubah satu setelan saja. Dua baris pertama tabel ini berasal dari panduan TikTok; dua berikutnya dari cara kami membaca data.
| Gejala setelah 1 hari | Artinya | Tindakan |
|---|---|---|
| Belanja jauh di bawah anggaran | Target ROI terlalu tinggi | Turunkan target ROI satu tingkat |
| Anggaran habis cepat, ROI tercapai | Kampanye bekerja sesuai harapan | Naikkan anggaran atau target ROI |
| Tingkat masuk liveroom rendah | Video kurang menarik | Tambah video baru |
| Penonton masuk, CTOR rendah | Penawaran di siaran belum kuat | Benahi harga, promo, dan skrip host |
Metrik livestream di Kompas Data yang kami pantau: Tingkat Masuk Liveroom (PV livestream per impresi iklan), CTR kartu produk, dan CTOR (pesanan per klik produk). Untuk aturan menaikkan anggaran secara bertahap, pakai kerangka di artikel kapan menaikkan budget GMV Max.
Klik tiap poin yang sudah Anda pastikan.
LIVE GMV Max layak dipakai seller yang sudah siaran rutin dan ingin GMV per sesi naik dengan biaya iklan terukur. Kuncinya ada di urutan: hitung target ROI dari margin, pasang anggaran 2–3x riwayat belanja, siaran minimal 3 jam selama 3 hari, dan pasok video baru setiap hari. Jaga Perlindungan ROI dengan menahan tangan dari setelan.
Tim kami membantu menghitung target ROI, menyusun jadwal siaran, dan menyiapkan stok video sebelum anggaran dinyalakan.
Chat WhatsApp SekarangGratis, tanpa komitmen. Atau lihat halaman konsultasi.