TRENDING
BPOM baru saja membuka data yang bikin kategori beauty gemetar: dari 9.617 tautan penjualan kosmetik yang dipantau tim siber pada patroli 11–22 Mei 2026, sebanyak 9.042 tautan alias 94,02% melanggar ketentuan peredaran. Nilai keekonomiannya Rp260,7 miliar — dan platform dengan temuan terbanyak adalah TikTok.
Temuan kosmetik ilegal TikTok Shop ini diumumkan Kepala BPOM Taruna Ikrar pada 13 Juli 2026, lalu disusul pernyataan 15 Juli bahwa pengawasan digital akan diperketat: PPNS turun ke lapangan, kapasitas intelijen dan cyber security ditambah khusus untuk memantau penjualan online.
Buat Anda yang jualan skincare atau kosmetik secara legal, ini bukan sekadar berita kriminal. Artikel ini membedah isi temuannya, risiko yang menjalar ke seller, dan lima langkah supaya toko Anda tidak ikut tersapu patroli.
Angkanya lompat jauh dibanding tahun lalu. Sepanjang 2025, BPOM menemukan 5.313 tautan penjualan kosmetik yang melanggar aturan. Patroli siber Mei 2026 menemukan 9.042 tautan pelanggar hanya dalam 12 hari — hampir dua kali lipat temuan setahun penuh sebelumnya, seperti dilaporkan Bisnis.com.
| Periode Pengawasan | Tautan Melanggar | Catatan |
|---|---|---|
| Sepanjang 2025 | 5.313 | Total temuan kosmetik setahun |
| Patroli 11–22 Mei 2026 | 9.042 dari 9.617 (94,02%) | Nilai keekonomian Rp260,7 miliar |
BPOM memantau banyak kanal — WhatsApp, Facebook, marketplace lain — tapi mayoritas pelanggaran ditemukan di TikTok. “Banyak yang terjadi overclaim itu di TikTok,” kata Taruna. Bentuk pelanggarannya beragam: produk tanpa notifikasi izin edar, kosmetik impor ilegal, sampai klaim khasiat yang melampaui fungsi kosmetik.
Jawabannya ada di kombinasi tiga hal: Live Shopping, algoritma, dan ukuran pasar beauty itu sendiri. Analisis tim siber BPOM menyebut fitur Live Shopping paling menarik untuk berjualan, sementara algoritma rekomendasi membuat satu konten yang di-like langsung memunculkan konten serupa — produk ilegal pun ikut terdistribusi cepat.
Skala pasarnya memang menggiurkan. BPOM mencatat produk perawatan, kecantikan, dan skincare masuk 10 kategori berpendapatan tertinggi di TikTok Shop periode Desember 2025–Juni 2026, dengan total pendapatan sekitar Rp35,61 triliun dan pertumbuhan 79,73%. Uang sebesar itu menarik pemain legal dan ilegal sekaligus.
Dari pengalaman kami mendampingi 100+ seller TikTok Shop, beauty adalah kategori dengan persaingan harga paling brutal — dan produk ilegal tanpa biaya notifikasi bisa banting harga 30–50% di bawah produk resmi. Patroli ini justru mengoreksi distorsi harga tersebut.
Konsekuensinya berlapis: dari platform dan dari negara. Di sisi platform, listing yang dilaporkan melanggar akan dihapus, akun kena poin pelanggaran yang menggerus Account Health Rating (AHR), dan pelanggaran berulang bisa berujung pembekuan akun beserta saldo di dalamnya.
Di sisi negara, BPOM menegaskan PPNS-nya aktif melakukan penindakan, ditopang intelijen siber yang memantau penjualan online. Kepala BPOM menyebut kosmetik berbahaya yang ditemukan umumnya mengandung bahan kimia obat — dampaknya mulai dari atopi kulit, kerusakan ginjal, sampai kanker, seperti dikutip dari pernyataan resminya. Menjual produk semacam ini membuka risiko proses pidana, bukan cuma takedown.
Patroli siber BPOM kini rutin dan berkapasitas lebih besar. Satu listing tanpa notifikasi izin edar cukup untuk memicu takedown, poin pelanggaran, dan pemeriksaan lanjutan — pastikan seluruh katalog Anda bersih sebelum tim siber yang menemukannya.
Checklist ini yang kami jalankan di toko dampingan kami setiap kali ada produk baru masuk katalog:
Satu jam audit katalog jauh lebih murah daripada banding pembekuan akun yang prosesnya bisa berminggu-minggu.
Pembersihan 9.042 tautan berarti ribuan kompetitor tumbang dari hasil pencarian dan FYP. Produk dengan notifikasi resmi mengisi ruang yang ditinggalkan — visibilitas naik tanpa Anda menambah budget iklan sepeser pun.
Setiap patroli BPOM adalah seleksi pasar gratis: yang ilegal disapu, yang legal mewarisi trafiknya.
Kepercayaan pembeli juga bergeser. Pemberitaan kosmetik berbahaya membuat konsumen makin rajin mengecek nomor BPOM sebelum checkout — cantumkan nomor notifikasi di gambar listing dan pin komentar LIVE Anda. Kalau butuh bantuan merapikan katalog sekaligus strategi penjualannya, tim layanan pengelolaan TikTok Shop kami menangani persis pekerjaan ini setiap hari.
Tidak. Notifikasi diurus produsen atau importir pemilik merek. Kewajiban Anda memastikan nomor notifikasi produk yang dijual valid, aktif, dan sesuai dengan fisik kemasan — bukan sekadar percaya klaim supplier.
Buka cekbpom.pom.go.id, lalu cari berdasarkan nomor notifikasi, nama produk, atau merek. Hasilnya menampilkan status notifikasi dan pemiliknya. Kalau produk tidak muncul, jangan dijual.
Semua janji hasil yang melampaui fungsi kosmetik: menyembuhkan penyakit kulit, memutihkan permanen, menghilangkan bopeng, atau hasil instan berhitungan hari. Kosmetik hanya boleh mengklaim fungsi perawatan dan kecantikan sesuai yang ternotifikasi.
Ajukan banding lewat Seller Center dengan melampirkan bukti notifikasi BPOM dan dokumen produk. Sambil menunggu, periksa apakah copywriting listing Anda memuat klaim berlebihan — seringkali pemicunya di kata-kata, bukan produknya.
Temuan kosmetik ilegal TikTok Shop senilai Rp260,7 miliar menandai babak baru: pengawasan BPOM di platform digital sekarang rutin, bertenaga intelijen siber, dan fokus ke kategori beauty. Seller yang katalognya bersih justru diuntungkan — kompetitor ilegal tersapu, kepercayaan pembeli berpindah ke produk bernotifikasi resmi.
Insight tambahannya: jadikan legalitas sebagai materi jualan. Toko yang menampilkan nomor BPOM di listing dan LIVE-nya mengubah kepatuhan jadi alat closing di mata pembeli yang makin waspada.
Mau katalog beauty Anda diaudit sebelum patroli berikutnya datang?